KOMITMEN

Menjadi Grup perusahaan yang dapat memberi manfaat kepada seluruh stake holder dengan menjunjung profesionalisme, integritas, kebersamaan dan disiplin.

Selengkapnya

(1) BiFa

Ukuran  

Bags    @ 50 Kg/karung  untuk tanaman tahunan (perkebunan)

             @ 10 Kg/pack untuk tanaman semusim
Kandungan Hara  

Bacillus subtilis                  107 cfu/gr

Rhizobium tropicii            107 cfu/gr

CaO                                        16 %

C-aktif                                   10%

C-organik                             12 %
Kandungan Lainnya %   -
Dosis  

Anjuran Penggunaan


No

Tanaman

(Komoditi)
Periode Tanaman

Dosis Pupuk

Bi-FA
   
1 Sawit TBM 70 - 140 Kg/ha/th 500-1.000 g/ph/th
TM 140-210 Kg/ha/th 1.000-1.500 g/ph/th
2 Karet   150-170 kg/ha/th 400-450 g/ph/th
3 Kopi   150–170 kg/ha/th 400-450 g/ph/th
4 Kakao  

150–170 kg/ha/th

150–170 g/ha/th

5 Tebu   100-200 kg/ha/th  
6 Sayuran   150-300 kg/ha/th  
7 Padi   80-150 kg/ha/th  
8 Jagung   50-100 kg/ha/th  


 Cara Penggunaan & Aplikasi Bi-FA

  1. Pada tanaman tahunan dan tanaman semusim di lahan agak kering,  Bi-FA sebaiknya diberikan dengan cara dibenam dan ditutup kembali dengan tanah sehingga mikroba dapat hidup dan berkembang di dalam tanah. Khusus untuk tanaman padi di lahan sawah, Bi-FA dapat langsung ditabur di permukaan tanah sawah sebelum dilakukan pemupukan dan permukaan air sawah harus dikurangi agar tidak tergenang. 
  2. Pemupukan hanya boleh dilakukan pada saat tanah dalam kondisi lembab. Pada musim kering dengan kondisi tanah yang sangat kering pemupukan Bi-FA tidak dianjurkan.  
  3. Pada tanaman pertanian seperti padi, jagung, tebu, dan sayuran, Bi-FA diberikan dua kali 50% umur  1 Minggu Setelah Tanam (MST) dan 50% umur 3 MST untuk setiap tanam. Pada tanaman teh, karet, kakao, sawit, dan kelapa diberikan  2 kali, 50% awal musim hujan dan 50 % pada akhir musim hujan.
  4. Tanah di sekitar tanaman (barisan tanaman atau piringan pohon) harus terlebih dahulu dibersihkan  setiap akan melakukan pemupukan baik Bi-FA maupun pupuk lainya.
  5. Aplikasi Bi-FA sebaiknya jangan bersamaan dengan pupuk kimia buatan.
  6. Untuk tanaman dewasa diberikan dalam parit dangkal berjarak sekitar  ½ jari-jari tajuk tanaman.

Jenis Uraian   Pupuk hayati Bi-FA adalah kombinasi bahan mineral organik yangsecara spesifik dan unik dirakit untuk menyehatkan lingkungan perakaran tanaman dan meningkatkan efisiensi pemupukan dengan adanya mikroba penambat Nitrogen (N2) secara simbiotik dan pelarut fosfat di didalamnya.
Formulasi bio-mineral-organik merupakan pembenah tanah (soil ameliorant) yang berfungsi sebagai pupuk hayati untuk menghemat penggunaan pupuk kimia buatan sekaligus berfungsi meningkatkan kapasitas dan kesehatan tanah.



Mekanisme Kerja

Respirasi akar dan pelapukan akar tanaman menghasilkan material yang tidak kondusif bagi perkembangan akar akibat terkumpulnya bahan-bahan tersebut. Pemberian Bi-FA akan menyerap dan mendekomposisi bahan-bahan ini sehingga mutu udara di dalam rhizosfer lebih segar bagi pertumbuhan tanaman. Lepasnya senyawa-senyawa berhidrogen (H2) akan menurunkan pH tanah, tetapi dengan Bi-FA senyawa tersebut langsung diserap sehingga tidak menurunkan pH tanah. Gas-gas hasil dekomposisi akan diserap oleh material Bi-FA berupa Carbon aktif yang secara unik juga mampu mengikat mikroba patogen.

Bahan organik yang ada di dalam Bi-FA mampu memacu pertumbuhan mikroba endofitik pelarut hara yang ada di dalam tanah serta dalam formulasi. Mikroba ini memiliki kemampuan hidup di dalam bebas dan melarutkan P sukar larut serta unsur hara lainya. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas tanah akan meningkatkan kondisi yang nyaman bagi tanaman serta menghemat kebutuhan pupuk kimia konvensional 25-75 %.

Manfaat :


1.    Memperbaiki dan penyehatkan lingkungan perakaran
2.    Meningkatkan kemampuan penyerapan unsur hara
3.    Menghasilkan unsur hara N dan P
4.    Menghemat penggunaan pupuk kimia
5.    Meningkatkan hasil panen
6.    Ramah lingkungan
Gambar    

Kemasan    
Diproduksi oleh    

PT. BINTANG TIMUR PASIFIK

Surabaya-Indonesia